TNI HARUS MENJADI PEREKAT PERSATUAN

Demikian inti penekanan Danrem 102/Pjg, Kolonel Arm. Saiful Rizal, S. Sos, dalam kesempatan memberikan jam komandan kepada prajurit Korem 102/Pjg, Kodim 1016/Plk, Yonif R 631/Atg, Balak Ajurem dan PNS di lapangan apel korem 102/Pjg pada Senin (02/09). Sebagaimana diketahui, di negara yang beranekabragam suku, budaya, agama, ras dan golongan seperti Indonesia, di satu sisi merupakan konfigurasi kebangsaan yang indah. Namun apabila tidak dikelola dengan baik dan benar, merupakan sumber kerawanan perpecahan. Kendati telah memiliki pedoman pemersatu, yaitu Pancasila, pembelajaran dan semangat akan pentingnya persatuan dan kesatuan harus tetap digelorakan tanpa jeda. Contoh faktual adalah kejadian beberapa hari terakhir ini di tanah Papua. Dalam kaitan ini, Danrem menyatakan, “Hal yang krusial dalam negara yang majemuk adalah kerentanan perpecahan.

Sebagaimana yang terjadi beberapa hari lalu adanya isu rasial terhadap sesama anak bangsa, yang memicu kejadian di tanah Papua. Harus dipahami bahwa derajat manusia itu sama, jangan sampai kita sebagai manusia beradab menganggap bahwa ras tertentu lebih baik dari ras lainnya. Bahkan, Tuhan mengukur kemuliaan seseorang bukan dari ras. Tetapi dari ketaqwaan dan kepatuhan kepada ajaran-Nya”, tandas Danrem mantap. Lebih lanjut Danrem menegaskan, sebagai anggota TNI harus berperan menjadi pelopor perekat persatuan dan kesatuan. Dimanapun bertugas. Apalagi di satuan komando kewilayahan yabg dalam keseharian bergaul dengan masyarakat. “Ingat, kekuatan Indonesia terletak pada kuatnya persatuan dan kesatuan”,tutur pamen berpangkat melati tiga di pundaknya.

d1 d2 d3

 

Related posts:


DANREM 102/PJG


November 2019
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930