DARI KOREM 102/PJG, PADUKAN KEBERAGAMAN, MENUJU KALTENG BERKAH

Keberagaman suku, agama, ras, golongan, budaya merupakan hal yang natural. Kalau meminjam istilah agama (Islam), keberagaman adalah sunnatulloh. Keberagaman membuat kehidupan menjadi indah. Sebagai ilustrasi, keindahan pelangi menjadi contoh nyata.Akan tetapi, keberagaman harus dipadukan dan diberdayakan.

 

Dalam konteks Indonesia, memadukan dan memberdayakan keberagaman merupakan upaya yang selaras dengan amanat UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, memberdayakan wilayah pertahanan. Pemberdayaan wilayah pertahanan, harus dilaksanakan secara dini dan terus menerus. Oleh karena itu maka Korem 102/Pjg, dengan wilayah meliputi Kalimantan Tengah, melakasanakan kegiatan Silaturahmi Forum Komunikasi Antar Kerukunan Warga – Paguyuban Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng pada 01 November 2017 di Makorem 102/Pjg.

Kegiatan mengambil thema “Menjaga Keragaman di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila Menuju Kalteng Berkah”.

 

Kegiatan dihadiri oleh Danrem 102/Pjg, Kaban Kesbang Polinmas Prov. Kalteng, Ketua FPK Prov. Kalteng, Dandim 1016/Plk, Para Dan Ka Balak Aju Rem, Para Kasirem 102/Pjg, para pengurus dan perwakilan anggota Kerukunan warga etnik-suku yang bermukim di Kalteng, seperti Dayak, Banjar, Batak, Jawa, Kawanua, Aceh dan lain-lain.

Rangkaian acara diawali pembukaan,

menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa,Tarian pembuka, sambutan Kasiter Rem 102/Pjg, sambutan Ketua FPK Kota Palangka Raya, sambutan FPK Prov. Kalteng, sambutan dan arahan Danrem tentang Menjaga Keberagaman di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila Menuju Kalteng Berkah.

Acara dilanjutkan dialog, ramah tamah yang diisi penampilan tari dan menyanyi dari kerukunan warga Jawa, Aceh dan Dayak. Dilanjutkan acara penutup, wawancara media dan foto bersama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 102/Pjg menyampaikan beberapa hal pokok sebagai berikut :

 

1. Keberagaman bagi Indonesia adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri.keberagaman Indonesia ada sejak dahulu kala. Nenek moyang kita telah menuliskan dalam kitab Sutasoma pd abad ke -14 dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Keragaman Indonesia sangat kaya, 750 bahasa dan 1.300 suku atau kelompok etnik di seluruh nusantara.

 

2. Kendati demikian, perbedaan juga bisa melahirkan konflik yang berkepanjangan dan permanen, serta jatuhnya korban baik materil maupun nilai yang sangat massif dan tak ternilai harganya. Contoh negara yang pecah karena suku dan bahasa antara lain Yugoslavia (1999), Rwanda (1994), Belgia (1830), Liberia (19 89-1997).

Adapun perang atau perpecahan karena agama terjadi di Zimbabwe (1980), Libanon (1975-1970), Rep. Afrika Tengah (2012-2014), Myanmar (2012), Sudan/Sudan Selatan (2010-1011), Yugoslavia (1999).

 

3. Bagaimana di negara kita? Secara historis, runtuhnya kerajaan besar nusantara, Sriwijaya dan Majapahit, bukan karena invasi dari luar, tetapi karena rapuhnya persatuan dan kesatuan dalam negeri. Akhirnya terjadi perang saudara. Dalam konteks kekinian, di negara kita mengalami beberapa peristiwa mengancam harmoni sebuah keragaman dalam bingkai NKRI, seperti peristiwa Lampung, antara penduduk setempat dengan pendatang, Jakarta (1998), karena ras, konflik Papua. Dalam konflik Papua sangat beragam penyebabnya, yaitu masakah sosial, budaya, politik dan ekonomi. Peristiwa yang aktual adalah Poso, hal ini diaebabkan kesalahpahaman antara dua warga yang berbeda agama, yang berkembang menjadi luas dan bernuansa agama. Peristiwa Ambon, juga hampir serupa. Konflik Sampit, penyebabnya karena kurang harmonis hubungan antara pendatang dan penduduk asli. Bahwa sesungguhnya konflik di atas, pemicu awalnya bisa diredam, tetapi karena dieksploitasi perbedaan secara emosional, maka konflik menjadi meluas.

Kita harus menyadari, perbedaan bisa dieksploitasi menjadi perpecahan yang mengerikan dan menimbulkan ancaman di bidang ideologi, politik, sosial, budaya, dan hankam.

Dalam bidang ideologi, ancaman berupa bahaya laten komunis, faham radikal yang makin berkembang. Secara politik, berupa kegaduhan pemilukada dan legislatif, isu sara untuk menjatuhkan lawan politik. Sedangkan secara ekonomi, terjadi kesenjangan, monopli kelompok tertentu, tingginya angka kemiskinan dan lengangguran. Dari segi sosbud, ancaman berupa lunturnya kearifan lokal, pengginaan media sosial yang destruktif, peredaran narkoba. Hak yang menjadi ancaman bidang hankam antara lain, proxy war, cyber crime, kedaulatan perbatasan, serta sparatisme.

Selanjutnya apa arti keberagaman bagi Kalteng? Hal yang dapat diambil dalam keberagaman di Kalteng adalah, melambangkan kekayaan budaya, menunjukkan sikap menjunjung tinggi hak asasi manusia melalui toleransi, memiliki solidaritas dan gotong royong tanpa memandang suku, agama dan bangsa. Selanjutnya menunjukkan semangat persatuan yang ditunjukkan melalui kebersamaan. Dari semua itu disatukan dengan semboyan “Huma Betang Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila”. Untuk mewujudkan Kalteng berkah harus ada keoastian dua aspek yaitu keamanan dan kesejahteraan. Jadikan perbedaan menjadi kekuatan menuju Kalteng Bermartabat, Religius, Kuat, Amanah (Berkah).

 

Related posts:


DANREM 102/PJG


May 2018
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031