KOKOHKAN PERSATUAN, KOREM 102/PJG, GELAR KOMSOS DENGAN ELEMEN MASYARAKAT

Didasari sebuah pemikiran dan fakta, salah potensi kerawanan dalam berbangsa dan bernegara adalah memudarnya rasa persatuan dan kesatuan di tengah keragaman. Untuk menjawab hal tersebut, melalui seksi teritorial Korem 102/Pjg menggelar komsos dengan elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula Makorem 102/Pjg, adalah unsur pemerintah, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, unsur keluarga besar TNI, ormas, OKP, para pelajar dan mahasiswa.

 

Danrem 102/Pjg, Kolonel Inf. Harnoto, S. Sos, dalam kesempatan memberi sambutan menyatakan, “Pertama, kita semua wajib bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa, pelaksanaan pilkada serentak di Kalteng berjalan aman, tertib dan lancar. Hal ini tentu hasil kerja sama semua pihak, pemerintah, Tni-Polri dan elemen masyarakat. Selanjutnya, kita sadari bahwa keragaman di Indonesia merupakan anugerah Tuhan, namun apabila tidak dijaga ada potensi kerawanan berupa ego sektoral yang berujung perpecahan. Oleh karena itu, mari keragaman ini kita jaga dan kelola.Salah satu upayanya adalah dengan komunikasi sosial seperti sekarang ini”,tandasnya. Selanjutnya menambahkan, “Khusus di Kalteng ada kearifan lokal berupa huma betang, hal ini sangat relevan dengan merawat keragaman atau kebhinnekaan”,tuturnya.

 

Dalam kesempatan selanjutnya akademisi dari UPR (universitas Palangka Raya), Dr. Andre Ela Embang, S.E, M. Si, memaparkan tentang “Merawat Kebhinnekaan dalam bingkai kearifan lokal”. Dalam paparannya, akademisi dari UPR, menyatakan,” Budaya orang Dayak dengan filosofi huma betang sangat relevan dengan merawat kebhinnekaan. Huma betang, berupa rumah besar yang didiami beberapa kekuarga dengan latar belakang yang berbeda tanpa mengedepankan sekat pembatas. Mereka menyatu, tanpa ragu, bahwa semua saudara.Irang dayak pada dasarnya membuat huma betang juga untuk pendatang atau perantau untuk tinggal dengan semangat kebersamaan”,terangnya. Lebih lanjut, Dr. Andre Ela Embang menjelaskan,”Sehingga apabila filosofi hima betang dipahami dan diamalkan, kehidupan di Kalteng akan guyup rukun. Dalam era sekarang, pemahaman huma betang tidak hanya sebatas rumah berupa bangunan, tetapi seiring dengan berkembangnya kehidupan sosial, nilai-nilai huma betang dapat diwujudkan berupa kehidupan kota yang dilandasi kebersamaan”,tuturnya. Implementasi huma betang, masyarakat dayak dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan dialog, musyawarah mufakat. Dengan musyawarah mufakat, maka penyelesaian persoalan akan menemukan jalan yang bermartabat.

Dari pantauan di lapangan, selesai paparan dilanjutkan tanya jawab. Kendati berlangsung dengan adu gagasan kritis,namun suasana tetap berjalan akrab dan penuh kekeluargaan.

komsos2 komsos3 komsos4 komsos5 komsos6 komsos7

 

Related posts:


DANREM 102/PJG


September 2018
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930