KAPENREM 102/PJG BERIKAN PEMBEKALAN KEPADA GENERASI MUDA

Palangka Raya – Dalam perjalanan sejarah negara manapun di dunia, apalagi negara yang komposisi rakyatnya beraneka ragam suku, agama, ras maupun golongan tentu pernah mengalami ujian dalam menjaga keutuhannya.Demikian juga bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan. Hal itulah yang menjadi pembuka Kapenrem 102/Pjg, Mayor Inf. Mahsun Abadi saat memberi materi dalam sosialisasi peningkatan kesadaran bela negara bagi pelajar, mahasiswa, pemuda dan resimen mahasiswa di aula kesbangpol provinsi Kalteng pada Senin (17/09). Selanjutnya kapenrem menyatakan,”Bahwa para pelajar, mahasiswa, pemuda dan menwa dalam menjaga keutuhan negara, memiliki posisi yang strategis. Peran yang dimainkan sangat penting, karena yang di hadapan saya ini masih sangat priduktif, dengan tugas untuk belajar.

Dengan ilmu yang dimiliki diharapkan berperan sebagai pewaris pimpinan masa depan”,tegasnya.
Perjalanan Indonesia sebagai bangsa, diawali dalam komitmen kuat sebagai satu Indonesia pada sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Selanjutnya sebagai negara bangsa dicetuskan pada 17 Agustus 1945. Dalam perjalanan selanjutnya, bangsa Indonesia mengalami berbagai ujian dalam menjaga keutuhannya. “Ideologi Pancasila adalah ideologi yang menyatukan Indonesia sebagai bangsa dan negara.Sebagai generasi penerus, jangan terprovokasi oleh ide-ide yang akan merusak dan mengganggu keutuhan NKRI dengan dalih apapun”,tegasnya.

Ada beberapa negara di dunia yang gagal mengelola keragamannya. Seperti Rwanda di Afrika, yang terlibat perang antar suku yang tak berkesudahan, demikian juga Yugoslavia yang terpecah menjadi beberapa negara. “Keragaman atau kebhinnekaan Indonesia adalah anugerah Tuhan. Pancasila adalah ikhtiar para pejuang, pendiri bangsa untuk menyatukan keragaman Indonesia. Oleh karena itu harus kita pahami dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”,tandasnya.

 

“Hal yang paling krusial bagi kita sebagai bangsa yang majemuk adalah merawat dan menjaga kebhinnekaan untuk menjadi kekuatan sebagai sebuah bangsa yang besar. Oleh karena itu, mari kita teguhkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bagi bangsa dan negara kita Indonesia”,tandas Kapenrem.

.
Selanjutnya dalam menyampaikan materi, kapenrem menekankan bahwa setelah berakhirnya perang dingin, perang karena ideologi telah kehilangan bentuk. Yang tersisa adalah perang lain yang dibungkus ideologi dan agama.

Oleh karena itu, “Kita sebagai generasi muda penerus bangsa jangan mudah terprovokasi dengan persoalan-persoalan yang dibungkus ideologi-agama yang akan memecah belah bangsa”,tegasnya.
Di akhir penyampaian materi, Mayor Inf. Mahsun Abadi mengajak kepada seluruh elemen yang hadir, terutama para generasi muda untuk menancapkan cita-cita dan fokus mewujudkannya. Belajar tekun, kerja keras, pantang menyerah dan jalani hidup secara positif sesuai aturan norma baik agama maupun masyarakat serta selalu berdoa kepada Tuhan.
Selain Kapenrem, bertindak selaku pemateri Kaban Kesbangpol Kalteng, Bapak Agus Pramono, S. Sos dan Dekan Fisipol UPR Prof. Kumpiady Widen, Ph.D.

kapen1 kapen2 kapen3 kapen4

 

Related posts:


DANREM 102/PJG


October 2018
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031